Kesimpulan Perjalanan Filosofi Pendidikan Nasional
Kesimpulan yang dapat saya ambil setelah mempelajari
pendidikan filosofi pendidikan nasional bahwa menjadi seorang guru adalah
anugrah yang sangat terindah, guru adalah profesi yang mulia, memiliki keunikan
tersendiri dalam mengemban tugas dan amanah tersebut. Proses pembelajaran
seorang guru harus terus belajar, mengembangkan diri dan mengasah kompetensinya
dengan berbagai hal. Guru yang professional diharapkan mampu menyiapkan pada
pemimpin pendidikan Indonesia masa depan, yang mampu mendorong tumbuh kembang
sevara holistic, aktif dan proaktif dalam mengembangkan guru di sekitarnya
untuk mengimplementasikan pembelajaran yang berpusat kepada murid serta menjadi
teladan dan agen transformasi ekosistem pendidikan untuk mewujudkan profil
pelajar Pancasila. Dalam dunia pendidikan semboyan “ing ngarso sung tulodho”
memberikan teladan, “ing madyo mangun karso” membangun semangat, “tut wuri
handayani” memberikan dorongan bagi tumbuh kembang anak. Pendidik harus bisa
menuntun menjadi pribadi yang terampil, berakhlak mulia dan bijaksana sehingga mereka
akan mencapai kebahagiaan dan keselamatan.
Refleksi
Setelah saya mempelajari pemikiran-pemikiran Ki Hajar Dewantara
dan mengetahui perjalanan pendidikan di Indonesia, saya lebih mengetahui kodrat
peserta didik bahwa mereka memiliki kemampuan yang berbeda-beda. Selain itu tindakan
hukuman yang tegas hanya bisa bersifat sementara karena adanya rasa takut akan
kesalahan bukan atas kesadaran dari peserta didik. Saya juga lebih memahami
bahwa guru bukan satu-satunya sumber ilmu, tapi bisa dari banyak hal.
Hal-hal yang segera bisa saya terapkan dari refleksi perjalanan pendidikan Ki Hajar Dewantara yaitu saya akan menciptakan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik (Student Centered Learning) dimana nantinya peserta didik mampu mengembangkan pemikiran-pemikiran atas apa yang dapat dianalisis. Selain itu, saya juga akan menggunakan media dan metode pembelajaran agar tidak membosankan dalam pelajaran geografi sehingga peserta didik agar lebih mudah mengerti. Menjalin komunikasi dengan guru lain, kepala sekolah dan orang tua serta lingkungan masyarakat untuk mendukung pembelajaran yang berpusat pada peserta didik.
oleh:
Septya Fajar Nugraheni
PPG Pendidikan Geografi UNS
