Kamis, 12 Januari 2023

Dinamika Kependudukan di Indonesia


        Dinamika Penduduk Dinamika penduduk adalah kondisi di saat struktur penduduk, jumlah dan persebarannya mengalami perubahan akibat terjadinya proses demograf yaitu kelahiran, kematian, perpindahan. Dinamika penduduk juga merupakan perubahan keadaan penduduk.Perubahan perubahan tersebutbaik secara kualitas dan kuantitas tersebut dipengaruhi oleh beberapa hal. Dinamika atau perubahan lebih cenderung pada perkembangan jumlah penduduk suatu negara atau wilayah tersebut. Jumlah penduduk tersebut dapat diketahui melalui sensus, registrasi dan survey penduduk.
    Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Dinamika Penduduk Jumlah penduduk dapat mengalami perubahan dari waktu ke waktu yaitu bertambah atau berkurang. Dinamika penduduk atau perubahan jumlah penduduk dipengaruhi oleh 3 (tiga) faktor yaitu: Kelahiran (natalitas), Kematian (mortalitas), dan Migrasi (perpindahan). Jumlah kelahiran dan kematian sangat menentukan dalam pertumbuhan penduduk Indonesia.Oleh karena itu, kita perlu mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kelahiran, kematian dan migrasi.
  1. Kelahiran (Natalitas). Bertambahnya jumlah penduduk suatu daerah salah satunya adalah karena adanya kelahiran pada daerah tersebut. Tinggi rendahnya tingkat kelahiran dalam suatu kelompok penduduk tergantung pada struktur umur, penggunaan alat kontrasepsi, pengangguran, tingkat pendidikan, status pekerjaan wanita serta pembangunan ekonomi. Berikut dikemukakan faktor-faktor yang berpengaruh terhadapa tingkat kelahiran baik yang pro (penunjang), maupun yang kontra (penghambat) tingkat kelahiran pada suatu wilayah. Faktor yang menjadi penunjang kelahiran (Pro Natalitas) antara lain; Menikah usia muda. Pandangan masyarakat “banyak anak banyak rezeki”. Anak menjadi harapan bagi orang tua sebagai pencari nafkah. Anak merupakan penentu status sosial. 5) Anak merupakan penerus keturunan terutama anak laki-laki. Faktor penghambat kelahiran (Anti Natalitas) antara lain pelaksanan Program Keluarga Berencana (KB).  Penundaan usia perkawinan dengan alasan menyelesaikan pendidikan. Semakin banyak wanita karir. 
  2. Kematian (Mortalitas). Faktor lain yang berpengaruh terhadap dinamika penduduk adalah tingkat kematian. Terdapat dua kategori dalam menentukan tingkat kematian, yaitu tingkat kematian kasar(crude death rate) dan tingkat kematian khusus(age specific death rate). Tingkat kematian kasar (crude death rate) adalah banyaknya orang yang meninggal pada suatu tahun per jumlah penduduk pertengahan tahun tersebut. Tingkat kematian khusus (age specific death rate) dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain umur, jenis kelamin, pekerjaan. Faktor yang menunjang dan menghambat kematian (mortalitas) di Indonesia. Hal yang menjadi penunjang kematian (Pro Mortalitas) antara lain rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan, fasilitas kesehatan yang belum memadai, keadaan gizi penduduk yang rendah, terjadinya bencana alam seperti gunung meletus, gempa bumi, banjir, peperangan, wabah penyakit, pembunuhan. Faktor yang menjadi penghambat kematian (Anti Mortalitas) diantaranya, meningkatnya kesadaran penduduk akan pentingnya kesehatan, fasilitas kesehatan yang memadai, meningkatnya keadaan gizi penduduk, memperbanyak tenaga medis seperti dokter, dan bidan.
  3. Migrasi Penduduk. Faktor berikutnya yang berpengaruh terhadap dinamika penduduk adalah migrasi penduduk. Migrasi merupakan bagian dari mobilitas penduduk. Mobilitas penduduk adalah perpindahan penduduk dari suatu daerah ke daerah lain. Mobilitas penduduk ada yang bersifat nonpermanen (sementara) misalnya turisme baik nasional maupun internasional, dan ada pula mobilitas penduduk permanen (menetap). Mobilitas penduduk permanen disebut migrasi. Sehingga Migrasi adalah perpindahan penduduk dari suatu tempat ke tempat lain dengan melewati batas negara atau batas administrasi dengan tujuan untuk menetap.Lebih lengkapnya mengenai migrasi dapat dilihat pada materi mobilitas penduduk pada halaman selanjutnya.

Minggu, 23 Oktober 2022

Kesimpulan dan Refleksi Perjalanan Filosofi Pendidikan Nasional

Kesimpulan Perjalanan Filosofi Pendidikan Nasional

Kesimpulan yang dapat saya ambil setelah mempelajari pendidikan filosofi pendidikan nasional bahwa menjadi seorang guru adalah anugrah yang sangat terindah, guru adalah profesi yang mulia, memiliki keunikan tersendiri dalam mengemban tugas dan amanah tersebut. Proses pembelajaran seorang guru harus terus belajar, mengembangkan diri dan mengasah kompetensinya dengan berbagai hal. Guru yang professional diharapkan mampu menyiapkan pada pemimpin pendidikan Indonesia masa depan, yang mampu mendorong tumbuh kembang sevara holistic, aktif dan proaktif dalam mengembangkan guru di sekitarnya untuk mengimplementasikan pembelajaran yang berpusat kepada murid serta menjadi teladan dan agen transformasi ekosistem pendidikan untuk mewujudkan profil pelajar Pancasila. Dalam dunia pendidikan semboyan “ing ngarso sung tulodho” memberikan teladan, “ing madyo mangun karso” membangun semangat, “tut wuri handayani” memberikan dorongan bagi tumbuh kembang anak. Pendidik harus bisa menuntun menjadi pribadi yang terampil, berakhlak mulia dan bijaksana sehingga mereka akan mencapai kebahagiaan dan keselamatan.

Refleksi

Setelah saya mempelajari pemikiran-pemikiran Ki Hajar Dewantara dan mengetahui perjalanan pendidikan di Indonesia, saya lebih mengetahui kodrat peserta didik bahwa mereka memiliki kemampuan yang berbeda-beda. Selain itu tindakan hukuman yang tegas hanya bisa bersifat sementara karena adanya rasa takut akan kesalahan bukan atas kesadaran dari peserta didik. Saya juga lebih memahami bahwa guru bukan satu-satunya sumber ilmu, tapi bisa dari banyak hal.

Hal-hal yang segera bisa saya terapkan dari refleksi perjalanan pendidikan Ki Hajar Dewantara yaitu saya akan menciptakan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik (Student Centered Learning) dimana nantinya peserta didik mampu mengembangkan pemikiran-pemikiran atas apa yang dapat dianalisis. Selain itu, saya juga akan menggunakan media dan metode pembelajaran agar tidak membosankan dalam pelajaran geografi sehingga peserta didik agar lebih mudah mengerti. Menjalin komunikasi dengan guru lain, kepala sekolah dan orang tua serta lingkungan masyarakat untuk mendukung pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. 

oleh: 

Septya Fajar Nugraheni

PPG Pendidikan Geografi UNS